Informasi Pendaftaran

Call For Pappers

E-tourism

Denpasar–Pulau Bali memang dikenal sebagai pulau dengan banyaknya destinasi wisata yang dapat memanjakan wisatawan. Bukan hanya destinasi wisatanya, namun kudapan khas Bali juga menjadi salah satu hal yang paling dicari para wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin berkunjung ke Bali untuk mencicipi secara langsung authentic cita rasa asli kudapan khas bali. Salah satu kudapan khas bali yaitu jajanan Jaje Bali acap kali ditemui di setiap kabupaten dan daerah-daerah pariwisata yang ada di Bali.

Melalui pengabdian masyarakat yang merupakan salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan salah satu tujuan yang harus dicapai dan dilakukan oleh setiap perguruan tinggi di Indonesia, dua orang dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali Ni Nyoman Supuwiningsih, ST.,M.Kom, Ni Putu Putri Ayu Wijayanthi, S.Kom., MM dengan dibantu oleh salah seorang mahasiswi ITB STIKOM Bali, yakni Frensia Tanaga Anaclaudia melaksanakan pengabdian masyarakat di Jl. Tegal Wangi II No. 22 Lingkungan Alas Arum Sesetan – Denpasar, menggunakan dana hibah dari ITB STIKOM Bali. Sebagai mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah usaha kecil dan menengah (UKM) Warung Singaraja milik Komang Sulatini.

“seiring perkembangan teknologi dan kesempatan bersaing secara offline maupun online, produk-produk lokal hendaknya memiliki identitasnya masing-masing. Selama ini jaje Bali masih dianggap sebagai jajanan pasar sehingga tidak menjadi fokus masyarakat untuk mengemas dan membuat identitas jaje bali menjadi unik dan menarik,” jelas Nyoman Supuwiningsih di Denpasar, Jumat (12/06/2020)

Selama 8 bulan proses pengabdian masyarakat, Supu Winingsih beserta tim membantu langsung di usaha Jaje Bali milik Komang Sulastini. Yang dimulai dengan memberikan pengenalan promosi online secara umum, dilanjutkan dengan pelatihan dalam pembuatan promosi online dengan menggunakan facebook dan instagram. Konsultasi Logo dan proses pembuatan dan pemilik usaha selama 2 bulan, serta pengambilan gambar produk untuk promosi di media sosial proses cetak logo yang dipilih untuk menjadi salah satu pendukung branding produk. Merambah promosi dan penjualan di e-commerce dilakukan pula pelatihan cara daftar produk  ke go-food(go-jek) serta pelatihan pembuatan laporan keuangan.

“Kegiatan yang kami rencanakan bersama mitra berjalan dengan baik. Keahlian dan pendaftaran produk Jaje Bali Bu Komang Sulastini ke social media dan e-commerce diharapkan dapat membantu optimalisasi pemasaran dan peningkatan hasil produksi sehingga dapat melebarkan jangkauan konsumen yang ingin mencari Jaje Bali via online,” pungkas Supu Winingsih.

Terpisah, pemilik Warung Singaraja Komang Sulastini mengaku berkat bantuan ITB STIKOM Bali itu, kini ia memiliki pengetahuan dan praktek langsung mengenai pemasaran produk melalui social media dan e-commerce serta keterampilan manajemen keuangan yang mendukung proses bisnis berjalan semakin baik. “Saat ini, berkat bantuan kolaborasi Dosen dan Mahasiswa dari ITB STIKOM Bali,  sudah mulai ada peningkaan penjualan, terutama secara online, dengan beragamnya permintaan Jaje Bali yang berasal dari berbagai wilayah di Denpasar, bukan hanya di komplek rumah saya,” ungkap Komang Sulastini. (*)